PRABUMULIH – Antrean warga langsung mengular di Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Kedatangan ratusan warga yang didominasi oleh kaum ibu ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyerbu program Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih.
Langkah taktis ini diambil pemerintah daerah sebagai jawaban atas keluhan masyarakat mengenai harga sejumlah bahan pokok yang mulai merangkak naik. Guna memastikan pasokan aman, Pemkot Prabumulih menggandeng Perum Bulog Cabang Lahat serta sejumlah instansi terkait untuk langsung “turun gunung” ke tengah pemukiman warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih, Titing, SP, membeberkan bahwa komoditas yang dibawa dalam operasi pasar murah ini merupakan bahan-bahan yang paling dicari oleh rumah tangga setiap harinya.
“Fokus kami adalah menyediakan komoditas strategis. Lewat sinergi dengan Bulog Lahat, kami menyalurkan beras SPHP dan minyak goreng. Kami juga menyediakan cabai merah, bawang merah, dan bawang putih yang harganya dipotong khusus agar lebih murah dari harga pasaran saat ini,” jelas Titing, SP saat memantau jalannya transaksi di lokasi.(25/5/26)
Aksi borong belanjaan ini dipantau langsung oleh Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj. Linda Arlan. Kehadiran tokoh perempuan Prabumulih ini sekaligus memberikan rasa nyaman dan semangat bagi ibu-ibu yang sedang mengantre bahan pangan.
Saat memberikan sambutan di hadapan warga dan para pejabat OPD seperti perwakilan Kesbangpol, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Diskominfo, Hj. Linda Arlan mengingatkan agar warga tetap tertib berbelanja dan tidak melakukan aksi borong berlebihan (panic buying).
“Belanjalah sesuai dengan kebutuhan kelurga, jangan berlebihan. Manfaatkan kesempatan ini dengan bijak, dan yang terpenting tolong jaga suasana agar tetap kondusif dan rapi,” kataHj. Linda Arlan.
Menariknya, Hj. Linda Arlan tidak hanya bicara soal urusan dapur. Di sela-sela interaksinya dengan warga, ia memberikan pesan menohok soal keamanan lingkungan. Beliau meminta lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat untuk bahu-membahu mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam di pos-pos poskamling. Menurutnya, lingkungan yang aman akan membuat masyarakat tenang dalam beraktivitas sehari-hari.(fjr)






