Prabumulih, Indonesiaexpose.com – Pemkot Prabumulih di bawah kepemimpinan Wako H Arlan bersama Wawako, Franky Nasril SKom MM terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses internet merata dan berkualitas hingga ke pelosok kota.
Melalui kerja sama Diskominfo Prabumulih bersama PT Telkom Indonesia, pembangunan infrastruktur digital terus dipacu mendukung pendidikan, kesehatan, UMKM, serta pelayanan berbasis teknologi.
“Pemerataan jaringan internet ini penting mewujudkan Prabumulih sebagai kota digital, cerdas inklusif, mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan mewujudkan masyarakat makmur sejahtera,” tegas Wako akrab disapa Cak Arlan, belum lama ini.
Saat ini, terdapat 56 tower BTS aktif di enam kecamatan se-Kota Prabumulih:
Prabumulih Timur: 21 tower
Prabumulih Barat: 11 tower
Prabumulih Utara: 8 tower
Prabumulih Selatan: 6 tower
Cambai: 6 tower
Rambang Kapak Tengah (RKT): 4 tower
Pada 2025, tower tambahan telah dibangun di Kelurahan Sungai Medang. Selanjutnya, tower baru direncanakan dibangun di Gunung Kemala, Tanjung Telang, dan Payuputat.
Khusus Kecamatan RKT, tower telah menjangkau titik strategis seperti Desa Talang Batu, Tanjung Rambang, Karangan, dan Kemang Tanduk, guna memperluas layanan ke wilayah pinggiran.
Selain BTS, Pemkot Prabumulih melalui Diskominfo bersama Telkom juga mengembangkan jaringan Fiber Optik (FO) memastikan koneksi internet cepat dan stabil.
Jalur FO baru akan dibangun dari Tugu Tani Tanjung Raman ke SMK 2 Karangan, melewati Desa Jungai, Karang Bindu, dan Kelurahan Tanjung Rambang. Sementara wilayah sudah selesai pemasangan antara lain:
Sungai Medang
Muara Sungai
Sindur
Cambai
Wilayah lain seperti Pangkul, Gunung Kemala, Payuputat, dan Tanjung Telang tengah dalam proses instalasi kabel FO.
Rabu, 26 Juni 2025, Kadis Kominfo Prabumulih, Drs Mulyadi Musa MSi bersama Head of Telkom Daerah Teguh Ariyanto dan tim, meninjau tower Telkom di Desa Karangan dan Tanjung Rambang. Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas sinyal dan layanan internet di Kecamatan RKT.
Teguh menyatakan tower Telkom mampu mencakup radius 2–3 KM dan menjadi tulang punggung layanan telekomunikasi.
Bernard, engineer NOP Muara Enim, menambahkan bahwa jaringan di wilayah ini sudah eksis sejak 2010 dan terus ditingkatkan.
Diskominfo Prabumulih menegaskan bahwa tidak ada lagi blank spot di Prabumulih. Namun titik dan sinyal lemah, solusi teknis seperti pemasangan repeater, backpacker system, dan pengajuan tower reguler akan terus dilakukan bersama Telkom dan Telkomsel.
“Kami tidak hanya bicara soal jaringan, tetapi soal membuka akses pendidikan, ekonomi digital, dan layanan publik untuk semua lapisan masyarakat,” ujar Mulyadi Musa.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur digital ini, Pemerintah Kota Prabumulih menegaskan langkah menuju kota Smart City terhubung dan berdaya saing tinggi di era digital.
Kolaborasi erat dengan Telkom menjadi strategi utama dalam pemerataan layanan internet demi mendukung visi Prabumulih Makmur Sejahtera






